<body>


Sunday, September 04, 2005

Kemarin gue pergi ke Orphanage, atau yang kita kenal dengan sebutan 'Rumah Yatim Piatu'. Ini kali ketiga gue pergi ke Orphanage setelah kali pertama en kali kedua gue yang lalu, dua tahun silam. Pertama kali gue pergi ke RYP tempatnya jauh banget; diluar kota. Mungkin karena waktu itu lagi musim panas, jadi keadaan di sekitar itu gersang banget. Belum lagi debu-debu dijalan yang dengan kenes-nya setia menempel pada mobil yang kita naikin. Duh. Udahlah mobil yang kita naikin ac-nya seperti nggak berfungsi.. Tetep hot aja, euy! Emang.., Myanmar kalo udah musim panas suhunya bisa nyampe ke 40 degree celcius.

Tapi yah akhirnya kita sampai juga di tempat yang kita tuju. Tempatnya nggak kalah gersangnya dengan jalanan yang kita lewatin tadi. Kesan pertama gue nyampe disana: "Peternakan?!" Banyak sapi en kebo! Huehue.. Ketemu kawan lama.. Gue jadi mikir, ini Orphanage khusus hewan peternakan kali yah? Gue pikir kita salah tempat (karena emang beberapakali kita salah, sampe telat nyampenya), ternyata enggak. Semua yang ada disana diselimuti oleh debu yang tebal, kecuali pagoda kecil (yang gue yakin mereka bangun sendiri), buat mereka berdoa. Waktu itu yang kita kunjungi adalah sebuah RYP khusus untuk Buddhist.

Duh.. Sedih. Sediih banget ngeliat anak-anak seumuran adek gue yang paling kecil (kira-kira 4-5 tahunan) tanpa orang tua. Mereka sama sekali nggak kenal dengan orang tua mereka; ayah mereka, ibu mereka, yang melahirkan mereka. RYPnya juga nggak bagus-bagus amir (kayak amir bagus aje.. ps. sori bwat yg namana amir). Ada yang tega nyebutnya 'kandang kambing'. Duh, sadis banget. Padahal tempat seperti itu, kalo buat orang Myanmar yang tinggal dipinggiran kota, udah cukup (cukup menderita, maksudnya). Nah, ini bayangin, anak-anak kecil yang tinggal disana. But eniwei, they looked happy on that time. Mereka ikut nyanyi-nyanyi bareng kita. Lagu Indonesia, juga lagu Myanmar.. Huehue.., lutchu.

Nah, kalu tempat kedua, kita kunjungi nggak lama setelah kunjungan kita ke tempat pertama. Tempatnya nggak terlalu jauh sih, masih di downtown juga. Tempatnya nggak kayak yang pertama, lebih kecil. Tempatnya rada terpencil, rada ketutup ama Tea Shop (sedih banget!), tapi sejuk (mungkin karena cahaya matahari musim panas saat itu ketutupan ama gedung Tea Shop di depannya). Beda sama tempat yang kita kunjungin pertama, nggak ada debu dan bangunannya terlihat lebih bersih. RYP yang kita kunjungin kali itu khusus untuk bayi - balita. Anak-anaknya lutchu.. Semuanya luchu. Apalagi yang bayinya! Duh.. Rasanya pengen deh punya adek bayi lagi..

Ada beberapa dari mereka yang terserang penyakit parah seperti; AIDS dan Penyakit Kuning (nggak tau nama aslinya). Kebanyakan dari mereka ditinggal begitu aja sama orang tua mereka di Rumah Sakit, setelah mereka lahir. Ada yang nggak mau mengakui, ada yang karena dorongan ekonomi jadinya ditinggal di Rumah Sakit en nggak pernah diambil-ambil lagi.. Ada juga yang takut sama penyakit yang anak mereka derita. Kasiman, padahal anaknya lucu-lucu.., cerdas lagi! Sepertinya mereka udah terbiasa sama stranger, beda sama anak-anak dikunjungan pertama gue, mereka tenang aja (malah seneng) kita gendong dan kita ajak bercanda. Ada yang minta difoto malah.. Huahua.. Luchu. They looked happy.

That was rather fun, eh? Kunjungan yang menyenangkan. Nah, kali ketiga gue pergi ke RYP itu yah tadi malem (perginya bareng ortu - yang pertama en kedua bareng anak2 satu skewl). Kali ini khusus untuk muslim (untuk akhwat-nya aja). Bangunannya cukup gede, yang membuat gue terkejut, karena hanya ada 16 anak didalamnya (mungkin karena hanya sedikit muslim di Yangon). Sama seperti sebelumnya, anaknya manis-manis (gimana enggak? senyum teruss!! huehue). Mereka juga kelihatan seneng. Nyengir terus, mau nggak mau aku juga ikut nyengir.. Lucu sih! Hehe..,,

RYP kali ini berisi anak-anak dari umur 7 sampai 16 tahun. Konon mereka tinggal di rumah itu hingga ada orang yang meminang mereka. Jadi, biasanya pemuda Burmese (islam) yang sudah saatnya kawin, akan dateng ke rumah itu untuk memilih anak yang sudah baligh, lalu dipinang. Hm.. Apakah dengan begitu anak-anak itu akan bahagia, yah? Nggak pernah merasakan dunia luar, eh.. Tau-taunya udah dipinang orang. Ya Tuhan..

Nah, setelah acara nyengir2an bareng anak-anak manis tadi, akhirnya kita-kita pada mutusin buat nengok-nengok keatas (yang katanya tempat mereka tinggal). Soalnya waktu kita dateng, kita langsung disambut di hall-nya yang terletak di lantai bawah. Hall-nya bersih, terus ada tulisan Myanmar di dinding panggung yang terletak diujung ruangan (ada gambar2 hati gitu lagi! huehue), kayaknya didekorasi khusus. Memang bener, setelah tanya sana-sini, katanya sih karena hari ini ada yang mau kawin di situ. Hall itu ternyata memang sering disewakan untuk orang-orang Muslim di Yangon yang memang mayoritasnya tinggal di sekitar Orphanage itu.

Akhirnya kita beranjak ke lantai atas, lantai dua. Beda jauh dari lantai dasar, di lantai dua ini gue bisa melihat sesuatu yang belum pernah gue liat di RYP2 sebelumnya. Seperti garasi mobil, itu kesan pertama gue. 'Garasi mobil' itu dibagi menjadi dua ruangan dengan hanya satu skat pembatas yang terbuat dari triplek. Ruangan yang satu untuk belajar (penuh dengan kursi yang ditumpuk begitu aja - untuk dipakai kalau ada acara di hall bawah), sedangkan yang satu lagi (yang keliatannya lebih besar) untuk mereka menyimpan barang-barang mereka + ruang makan dan dapur + kamar mandi.

Sebelum naik ke lantai dua ini, kita sempet berbagi makanan kecil di lantai dasar. Nah, begitu nyampe di lantai dua ini, mereka (anak-anak itu) langsung menyebar ke seluruh penjuru kamar. Setelah gue liat-liat ternyata mereka lari ke tempat penyimpanan mereka sendiri (semacam kotak kecil, malah ada yang pake karung) untuk menyimpan makanan-makanan kecil tadi yang dibagikan buat mereka.

Setelah itu, mereka menggiring mengajak kita ke lantai tiga; kamar tidur + praying room mereka. Sama seperti di lantai dua, 'garasi mobil' itu mereka sekat menjadi dua ruangan. Tapi praying room mereka (berbeda dengan yang dibawah), kelihatan lebih bersih (karena memang buat sholat). Habis itu kita nengok ke kamar tidur mereka, yang ternyata setelah gue hitung-hitung cuma ada 11 tempat tidur di dalamnya (ada dua tempat tidur yang disatuin). Dan lagi-lagi, lantai ini nggak kalah suramnya dengan lantai dua dibawah. Lampu di gedung itu (kecuali yang di hall) nggak gitu banyak, padahal biaya listrik nggak terlalu mahal (murah banget malah), karena pemerintah memberi keringanan for local people.

Kalau udah begitu, gue baru nyadarin kalau hidup gue kayaknya terlalu berfoya-foya, sementara ada sodara gue diluar sana yang hidup masih dalam keremangan lampu (berapa) watt. Belum lagi jendela mereka (yang dipasang teralis), cuma diselimutin sama kain tipis sebagai gorden (nggak semuanya - ada beberapa yang nggak pake gorden). Padahal tempat tidur mereka nggak pake kelambu. Gimana kalo ada nyamuk masuk (pastinya banyak)? Di Myanmar khan lagi ramenya soal demam berdarah.

Kasian. Pasti itu yang gue rasain. Bersalah. Itu juga yang gue rasain. Banyak deh.. Bercampur aduk. Bahkan marahpun ada. Marah sama siapa? Yah, sama pemerintah Myanmar. Orphanage Buddhist, jelas mereka bantu (sangat). Orphanage Muslim? Duh.. Keadaannya menyedihkan! Mereka memang jarang (atau malah nggak mau?) membantu apa-apa yang berhubungan diluar Buddhist. Mereka memang religious banget.., dan yah.. Mayoritas Buddhist di Myanmar banyak. Jadi begitulah..

Wah, kayaknya jadi nyangkut ke SARA nih. Maaf yah, jadi terlalu bersemangat.. Yah.. But eniwei, gue jadi ngedapetin pelajaran dari kunjungan-kunjungan gue ke RYP tadi. Harusnya gue selalu bersyukur pada Tuhan, kalau gue masih punya Ortu, dengan cara selalu berbakti dengan mereka. Tapi sampai saat ini..?? Bah! Mana pernah gue.. Kayaknya selalu ngecewain mereka aja.. (Maaf yah Ma.. Pa..!) .. Terus, gue terlalu berpoya-poya.. Yang kayaknya ngabisin duit listrik paling banyak. Nyalain tape-lah, main keyboard setiap saatlah, pake hairdryerlah, maen PS mululah, make ac paling sering.. Belum lagi kalo udah maen compie.. Waduwh.. Berjam-jam itu! Malahan waktu itu sampe masuk rumah sakit.. Yah gue, kalo udah didepan compie lupa segalanya. Makan enggak, PR.. who cares?!, jadi manja (mandi jarang - huehue).. Apalagi sholat.. Lewat semua! Mungkin masuknya gue ke rumah sakit waktu itu adalah sebuah teguran dari tuhan.. Tapi buduhna gue masih nggak nyadar juga! Bismillah.. Mulai saat ini, gue berniat untuk hijrah, menjadi seseorang yang lebih baik. Amien. (Doain yah, temen-temen!!!) *grins*

me and my BIG MOUTH ;) | 9:34 AM.


Profile
MAK NYOS ;)

MAK NYOS ;)
in her late 20. a girl on the go. med school student. elsevier student ambassador. member of student executive board at campus: strategy review department. was in auburn, united states. now stays in a flat somewhere in ciputat. and yes, the hip above is definitely mine.

 more about>>♥ me ♥

My Multiply Account
Tagboard


get one from cbox!
Wishlist
A 4.0 GPA
A sweet lil' bike
Maysaa's Kimono Wrap Maxi Dress
Maysaa's Satin Wrap Snood
A boyfriend!♥
Exits
Jojo
Ketek
Ali
Anneke
Za
Pei
Kiki
Dee
Fardil
Mitha
Nitchy
Pyro
Icha
Ai
Farrah
Donbiu
Dhika
Archives
July 2005 August 2005 September 2005 October 2005 November 2005 December 2005 January 2006 February 2006 March 2006 May 2006 June 2006 July 2006 August 2006 February 2007 March 2007 April 2007 June 2007 July 2007 October 2007 November 2008 July 2009 September 2009 November 2009 December 2009 January 2010 April 2010 June 2010 July 2010 August 2012
Credits
originally designed by lil.queens
few things were re-edited by MAK NYOSS ;)
title script source unknown.

Powered by Blogger